Yin dan Yang Bercinta…

Semalem, sekitar jam ½ 11an, gw baru aja nyelesein novelnya Fira Basuki “Rojak” yang baru gw beli hari Rabu kemarin. Well, sebenernya ini novel dah terbit dari
taon 2004, cuma gw baru sempet beli aja. Sebelumnya, dulu gw dah baca
novel Triloginya Fira B (jendela-jendela, pintu, dan atap). So far gw enjoy sama setiap
alur cerita dan gaya bahasanya Fira B yang kerap nyelipin unsur kultur/budaya,
entah Jawa (karena dia orang Jawa), Cina, Melayu, ato macam2 kultur dan yang pasti
ada background Singapuranya (secara dia lama tinggal di sana).
Btw, gw ga akan
meresume seluruh isi cerita yang ada di itu novel, tapi gw cuma mo ngutip beberapa
bait yang termaktub di dalam ”Rojak” dan
menurut gw it’s soo cool utk nambah2in ilmu ato pengetahuan kita seputar Yin dan Yang yang telah diperbahaasakan
oleh Fira B menurut versi tokoh utama ”Rojak”(Janice) dan mmmmmenurut gw pemaparannya lumayan cerdas.
Bait2 yang akan
gw copy di bawah ini merupakan bagian dari salah satu chapternya ”Rojak” yang
bertagline ”Manis”..
Tanpa banyak cing atau cong, sokkkk silakan disimak…
”….Yin dan yang.
Di ajaran Taoisme, disebutkan bahwa perempuan itu yin,
sedang pria adalah yang. Mereka saling melengkapi dengan
berhubungan badan. Jika tidak, keduanya akan rugi, terutama si pria. Mengapa?
karena ada istilah Cina yang disebut gao-chao atau gelombang
tinggi atau pasang untuk mengistilahkan orgasme perempuan. Maksudnya, seorang perempuan
akan menjadi kuat kalau terjadi orgasme, sedangkan pria justru sebaliknya semakin
melemah. Dalam aturan Tao, pria sebaiknya jangan orgaseme atau mengeluarkan sperma
sebelum si perempuan orgasme, jika tidak, perempuan itu bisa ”membunuh”chi si pria. Karena kuatnya potensi seksual
perempuan, disebutkan dalam kitab Tao bahwa perempuan itu adalah tempat
berkumpulnya kekuatan alam.
Tidak heran jika seorang
atlet pria dilarang berhubungan badan dan atau mengeluarkan sperma sebelum
bertanding. Karena ini hukum alam. Bahwa pria bisa jadi superior dalam
kehidupan sehari-hari, menjadi kepala rumah tangga, serta bekerja dan
bertanggung jawab untuk keluarga. Tetapi alam berbicara lain. Yang yang
meletup-letup harus dialiri dan diredakan oleh yin.
Yin itu perempuan. Gelap. Pasif. Bulan. Hujan. Ganjil. Bumi. Air. Musim
dingin. Harimau.
Yang itu pria. Terang. Aktif. Matahari. Sinar matahari. Genap. Akhirat. Gunung. Musim panas. Api.
Panas. Naga.
Supaya yang
mendapatkan energi alam, maka yang harus menyerap energi yin. Yin menyeimbangkan yang.
Yin pun jadi seimbang. Ketika pria
dan perempuan bercinta dengan benar, maka api dan air bertemu dalam proporsi
yang seimbang. Malah yin dan yang akan bersama-sama ’jalan’ menuju harmoni alam dunia-akhirat.
Pien Chang, penulis sejarah
dinasti Han menyebutkan ’seni’ bercinta yang benar adalah jika si pria menahan
ejakulasinya, untuk menyerap cairan yang keluar dari orgasme perempuan. Setelah
itu, sperma yang diciptakan oleh tubuh pria bisa menguatkan otaknya sehingga ia
panjang umur. Peng-Tze, penasihat kaisar di zaman dinasti Sung menyerukan, ’Mereka yang menjalankan aturan bercinta yin dan yang, menyerap
energi vital alam yang merupakan rahasia panjang umur……….”
Whemmm… bisa
sampe sebegitunya yaaa. Emang orang Cina bisa banget mikirin hal-hal kaya
begini dengan pemikiran yang detail kaya bgituh… hehehee… tapi gw mencoba
meluruskan yaa.. energi yin dan yang bercinta itu mungkin memang ada, tetapi
hanya bisa diperoleh bila yin dan yang berada dalam koridornya, yakni sesuai
norma-norma (agama, adat istiadat, budaya, etc..) agar tidak membawa
kemudharatan buat alam sekitarnya… Wallahualam.